Lisensi Perangkat Lunak

Lisensi menurut KBBI adalah izin menggunakan oktroi pihak lain dalam hukum tentang milik industri, dapat diberikan oleh si pemegang oktroi atau berdasarkan ketetapan Dewan Oktroi. Seorang penerima lisensi diizinkan menggunakan  perangkat lunak sesuai dengan ketentuan yang ada pada lisensi yang diterimanya. Banyak orang yang kurang memperhatikan ketentuan lisensi dari perangkat lunak yang digunakannya. Hal ini berpotensi terhadap pelanggaran tentang pemenuhan kewajiban yang dimiliki oleh pengguna perangkat lunak. Pemilik hak cipta / Copyright dapat menuntut secara hukum apabila terjadi pelanggaran terhadap lisensi.

Secara garis besar, lisensi perangkat lunak dapat dibedakan menjadi beberapa kategori, yaitu :

  1. Trade Secret
  2. Propietary License
  3. Freeware/Shareware/Freemium
  4. Protective FOSS License
  5. Non-Protective FOSS License
  6. Public Domain

masing-masing dari lisensi yang tertera diatas memiliki karakteristik mengenai hak dan kewajiban yang dimiliki oleh pemegang lisensi.

1. Trade Secret

Lisensi dengan kategori ini biasa diberikan pada perangkat lunak yang mengandung informasi penting terkait dengan produk yang dihasilkan. Perangkat lunak jenis ini biasanya tidak didistribusikan oleh pemilik hak cipta.

2. Propietary License

Lisensi dengan kategori ini biasa diberikan pada perangkat lunak berbayar yang tidak mengizinkan penggunanya memodifikasi ataupun mendistribusikan ulang perangkat lunak tersebut.

3. Freeware/Shareware/Freemium

Lisensi dengan kategori ini biasa diberikan pada perangkat lunak gratis / Free tanpa disertakan Source. Perangkat lunak yang memiliki lisensi ini tidak boleh dimodifikasi, akan tetapi bebas untuk disebar luaskan/didistribusikan kembali.

4. Protective FOSS License

Lisensi dengan kategori ini biasa diberikan pada perangkat lunak yang dikembangkan dan didistribusikan untuk umum secara bebas. Contoh perangkat lunak dengan Lisensi jenis ini yaitu Linux Kernel dan GIMP. Lisensi jenis ini banyak digunakan pada perangkat lunak yang terkait dengan linux. Pemegan lisensi ini berhak untuk menggunakan, menduplikasi, memodifikasi dan memodifikasi tanpa menghilangkan Credit dari pemegang hak cipta ataupun mengubah lisensi dari aplikasi turunannya menggunakan lisensi berbeda. Beberapa lisensi yang termasuk kedalam Kategori Protective FOSS License diantaranya : GPL, AGPL, LGPL.

5. Non-Protective FOSS License

Lisensi dengan kategori ini biasa diberikan pada perangkat lunak yang dikembangkan untuk disebarluaskan secara bebas untuk digunakan maupun dilakukan pengembangan kembali. Hampir tidak ada batasan pada penggunaan perangkat lunak dengan lisensi ini. Pengguna dapat menggunakan, menampilkan, menduplikasi, memodifikasi maupun menyebarluaskan sebagai Propietari Software sekalipun. Beberapa lisensi yang termasuk kedalam Kategori Protective FOSS License diantaranya : Apache License, MIT License, BSD License.

6. Public Domain

Lisensi  Public Domain merupakan perangkat lunak yang dapat digunakan secara luas, karena tidak memiliki hak cipta atau hak ciptanya telah berakhir. Untuk menggunakan perangkat lunak dengan lisensi ini, tidak diperlukan izin apapun.

Berikut ini rangkuman Hak yang dimiliki dari masing-masing kategori yang tersedia pada sebuah halaman di wikipedia tanggal 30 Oktober 2017 Pukul 13.27 :

Rights granted Public domain Non-protective FOSS
license (e.g. BSD license)
Protective FOSS
license (e.g. GPL)
Freeware/Shareware/
Freemium
Proprietary license Trade secret
Copyright retained No Yes Yes Yes Yes Yes
Right to perform Yes Yes Yes Yes Yes No
Right to display Yes Yes Yes Yes Yes No
Right to copy Yes Yes Yes Often No No
Right to modify Yes Yes Yes No No No
Right to distribute Yes Yes, under same license Yes, under same license Often No No
Right to sublicense Yes Yes No No No No
Example software SQLite, ImageJ Apache web server, ToyBox Linux kernel, GIMP Irfanview, Winamp Windows, Half-Life 2 Server-side
World of Warcraft

Sumber: wikipedia

Bacaan Lanjutan :

https://en.wikipedia.org/wiki/Software_license

https://id.wikipedia.org/wiki/Lisensi_perangkat_lunak

Kenapa harus memesan aplikasi ?

Kenapa harus memesan aplikasi?

Sering muncul pertanyaan “Kenapa harus memesan aplikasi?” atau “Kenapa memesan aplikasi begitu mahal? padahal ada aplikasi sejenis dengah harga yang jauh lebih murah”

1. Aplikasi siap pakai dibuat untuk memenuhi kebutuhan umum

Banyak aplikasi siap pakai yang dijual dipasaran dengan harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pembuatan aplikasi sejenis. Yang perlu anda ketahui adalah bahwa aplikasi tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan pengguna pada umumnya. Padahal faktanya tidak semua pengguna memiliki kebutuhan serupa.

2. Menerapkan aturan khusus yang ada di Perusahaan

Pada sebagian perusahaan, ada aturan-aturan yang hanya berlaku pada perusahaan tersebut. Hal itu seringkali menjadi permasalahan ketika perusahaan tersebut membutuhkan aplikasi yang meliputi aturan-aturan itu.

3. Dibuat sesuai kebutuhan pengguna

Aplikasi dibuat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pengguna, sehingga aplikasi yang dihasilkan jauh lebih mudah untuk dipahami oleh pengguna, tidak ada fitur yang yang percuma dan sudah pasti memenuhi kebutuhan.

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi

Maanfaat sebuah sistem informasi akuntansi dari sebuah perusahaan pada era digital seperti sekarang ini memang sangat berpengaruh dalam menampilkan informasi-informasi keuangan pada perusahaan. informasi keuangan pada perusahaan itu sendiri memiliki komponen yang membentuk sebuah satu kesatuan yang berawal dari  masuknya data, lalu pemrosesan data yang sesuai prosedur, hingga hasil dari proses tersebut yang berupa informasi akuntansi. Komponen-komponen tersebut  harus terintegrasi dengan baik supaya menjadi suatu sistem yang kelak akan menghasilkan informasi yang a

 

kurat, aktual, dan berguna untuk para users (pengguna), baik di dalam perusahaan maupun luar perusahaan. sedangkan untuk kebermanfaatanya sebuah sistem informasi akuntansi pada sebuah perusahaan  dapat dilihat
dari beberapa poin dibawah ini Continue reading “Manfaat Sistem Informasi Akuntansi”